Saturday, July 4, 2020

Belenggu Hati di penjara suci dan belenggu hati karena sumpah sakral

Beberapa tahun lalu saat aku masih SMP aku pernah merasa sangat sedih😭, hatiku terasa terbelenggu, setiap hari aku menangis, aku ingin pulang ,aku ingin bebas, aku ingin keluar dari sini, setiap hari hanya itu yang ada dalam fikiranku sambil aku menagis dan termenung. Karena di kala itu aku tidak ingin masuk dalam penjara suci itu, sekali pun aku mau masuk kesana karena aku memandang kedua orang tua ku yang susah payah membiayai aku bersekolah. Pada awalnya aku berfikiran aku akan baik-baik saja disana toh... disana banyak teman anak baik-baik, tapi ternyata aku merasa terbelenggu di dalam sana selama 10 bulan aku tinggal disana hingga hari perpisahan kelulusan pun tiba aku merasa sangat senang..... Sekali akhirnya aku bisa keluar dari sana, akhirnya aku lega... Sejak saat itu aku berfikiran lebih baik aku merasa lelah di badan daripada aku merasa letih di hati ku yang merasa terkekang dan terbelenggu dan di penuhi dengan kesedihan setiap hari. 
Akhirnya pada saat nyambung sekolah SMA aku memutuskan untuk pulang pergi dari sekolah ke rumah walaupun jarak rumahku jauh dari sekolah dan disaat itu aku belum pandai bersepeda motor.  Ayah ku setiap hari mengantar aku ke sekolah dengan jarak tempuh 1 jam dari rumah ke sekolahan tapi aku masih tetap semangat menjalani sekolahku karena ketika aku merasa lelah karena jarak yg jauh dari rumah ke sekolah tetapi sepulang sekolah aku bisa beristirahat dengan tenang tanpa beban fikiran saat aku masih berada di penjara suci itu. Ini bukan berarti aku membenci penjara suci itu, aku tau penjara suci itu tempatnya menuntut ilmu agama dan belajar tentang semuanya, namun hanya saja ketika aku menjalani sesuatu yang tidak di inginkan oleh hatiku, aku merasa sangat keberatan dan penuh dengan beban dan kesedihan dalam hatiku, aku merasa terpaksa dan terbelenggu. Sejak saat SMA aku menjalaninya hingga saat ini aku bisa kuliah. 
Namun, pada saat aku kuliah aku mengikuti sebuah organisasi perguruan silat, disitu aku berlatih selama 1 tahun dengan penuh perjuangan akhirnya aku bisa di sahkan menjadi anggota dengan ikatan sumpah yang sakral. Aku sangat senang akhirnya penderitaan dan perihnya pelatihan selama 1 tahun ku berakhir, tetapi ada masalah baru lagi dalam hatiku, keinginanku yang ingin hidup bebas tak diatur dan tak dibelenggu seperti waktu aku SMP kini terulang kembali, hatiku kembali merasa sedih dan terbelenggu karena aku selalu di suruh datang ketempat latihan dan melatih, namun sejak saat kecil aku tidak menginginkan menjadi seorang guru apalagi pelatih, dari kecil aku sangat ingin menghindari profesi seorang guru atau hal yang berkaitan dengan mengajar orang lain. Sehingga aku selalu menghindari untuk datang ketempat latihan karena aku gak mau jadi pelatih, hatiku sedih, terbelenggu karena terus saja aku di suruh datang. 
Kenapa.... Kenapa..mereka gak mengerti perasaan aku, aku tidak mau, kenapa aku harus dipaksa berjalan dijalan yang lain, aku menginginkan hal yang aku inginkan, aku ingin menjalani hal yang aku inginkan, aku ingin bebas menjalani kehidupan ku, aku tidak mau di suruh-suruh seperti ini, setiap kali aku menghindar selalu saja aku di introgasi dengan pertanyaan kenapa dan mengapa tidak pernah mau datang ngelatih. Aku sangat sedih...kini hatiku terbelenggu untuk kedua kalinya, hal itu pun selalu menjadi beban fikiranku dan membuat aku menangis lagi.... 😭


No comments:

Post a Comment

Kucing Ku 🐱 Sayang 💕

 Helo...guys...kali ini aku mau sedikit curhat ni, seperti judul nya kali ini aku mau ceritain tentang kucingku, aku mempunyai 3 ekor anak k...